Mobil tangki bertuliskan PT Lima Sembilan Sembilan Sembilan terpantau membawa BBM dari arah Bitung. Pengemudi menyebut perjalanan kendaraan berkaitan dengan Haji Nur, tetapi asal dan tujuan akhir solar masih membutuhkan verifikasi.
MITRA, manadoviral.id/ — Sebuah mobil tangki berkapasitas sekitar 8.000 liter bertuliskan PT Lima Sembilan Sembilan Sembilan kembali menarik perhatian. Kendaraan yang disebut membawa solar itu ditemukan tim investigasi manadoviral.id/ berhenti di sebuah rumah makan di Desa Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kamis (3/9/2026), sekitar pukul 12.50 WITA.
Yang membuat temuan ini menjadi penting bukan semata-mata ukuran tangki dan jumlah BBM yang dibawa. Di balik perjalanan kendaraan tersebut, muncul nama Haji Nur—nama yang disebut pengemudi ketika dimintai keterangan mengenai siapa yang berkaitan dengan perjalanan mobil tangki itu.
Kepada wartawan, pengemudi mengatakan dirinya hanya menjalankan perintah. Ia menyebut kendaraan bergerak dari arah Bitung menuju Gorontalo, kemudian direncanakan kembali ke Bitung melalui jalur Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Minahasa Tenggara.
Pengemudi juga menyebut perjalanan tersebut berkaitan dengan seseorang yang dikenal dengan nama Haji Nur.
Namun, keterangan itu masih sebatas pengakuan pengemudi. Redaksi belum memperoleh bukti independen yang memastikan posisi, peran, ataupun keterlibatan Haji Nur dalam kepemilikan, pengadaan, pengangkutan maupun distribusi BBM yang berada di dalam tangki tersebut.
Nama Haji Nur dan Pertanyaan yang Belum Terjawab
Kemunculan nama Haji Nur menjadi titik yang perlu ditelusuri lebih jauh apabila aparat menemukan indikasi pelanggaran dalam pengangkutan BBM tersebut.
Pertanyaan utamanya bukan hanya siapa pengemudi mobil tangki.
Dari mana sekitar 8.000 liter solar itu diperoleh? Dokumen apa yang mendasari pengangkutannya? Siapa yang memerintahkan perjalanan? Kepada siapa BBM tersebut akan diserahkan? Dan di mana posisi Haji Nur dalam seluruh rangkaian tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan itu penting karena distribusi BBM dalam volume besar pada dasarnya melibatkan lebih dari sekadar kendaraan dan pengemudi.
Jika solar tersebut ternyata merupakan BBM bersubsidi dan ditemukan penyimpangan, penelusuran semestinya tidak berhenti pada orang yang berada di balik kemudi. Rantai distribusinya perlu dibuka dari hulu hingga hilir, termasuk pihak yang menyediakan, mengatur perjalanan, membiayai, mengendalikan armada, hingga penerima akhir.
Bukan Sekadar Mobil Tangki yang Berhenti di Rumah Makan
Temuan di Tababo juga menjadi relevan karena kendaraan dengan identitas PT Lima Sembilan Sembilan Sembilan sebelumnya pernah menjadi sorotan terkait dugaan pengangkutan solar.
Kini kendaraan serupa kembali terlihat melintas di jalur Bitung-Gorontalo dan berada di wilayah Mitra dengan muatan yang disebut mencapai sekitar 8.000 liter.
Di sinilah publik membutuhkan penjelasan yang lebih terang.
Apabila seluruh aktivitas tersebut memiliki dasar hukum dan dokumen pengangkutan yang lengkap, klarifikasi dari pihak terkait dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang. Sebaliknya, apabila terdapat ketidaksesuaian, aparat memiliki dasar untuk menelusuri lebih jauh mata rantai distribusinya.
Termasuk memastikan apakah nama Haji Nur yang disebut pengemudi hanya berkaitan dengan perjalanan kendaraan atau memiliki posisi lain dalam rantai distribusi tersebut.
Menunggu Ketegasan Aparat
Sorotan terhadap dugaan distribusi solar dalam jumlah besar pada akhirnya tidak hanya menyangkut satu kendaraan. Persoalannya berada pada bagaimana sistem pengawasan distribusi BBM berjalan dan sejauh mana aparat mampu mengurai rantai distribusi apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan.
Kapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Yudho Hermanto bersama jajarannya diharapkan dapat memastikan temuan tersebut ditelusuri berdasarkan bukti, dokumen, serta keterangan para pihak.
Sebab, apabila benar terdapat permainan dalam distribusi BBM bersubsidi, publik tentu ingin mengetahui aktor di baliknya secara utuh—bukan hanya siapa yang mengemudikan kendaraan.
Hingga berita ini diterbitkan, manadoviral.id/ masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait, termasuk PT Lima Sembilan Sembilan Sembilan dan Haji Nur.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. Penyebutan nama dan dugaan dalam berita ini tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan bahwa pihak tertentu telah melakukan tindak pidana. Penentuan ada atau tidaknya pelanggaran merupakan kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil pemeriksaan dan pembuktian sesuai ketentuan perundang-undangan.//TIM INVESTIGASI*













