Puncak HIM dan BLK 2026: Bank SulutGo Bersama OJK dan Pemprov Sulut Dorong Generasi Muda Makin Cerdas Finansial

Ket Foto : Gubernur Sulawesi utara Yulius Selvanus Dan Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey bersama jajaran pimpinan dan pemangku kepentingan menghadiri Puncak HIM dan BLK 2026, sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan generasi muda Sulawesi Utara.(Istimewa)

Literasi keuangan Sulawesi Utara mencapai 69,98 persen dan inklusi keuangan 94,37 persen. OJK menilai tantangan berikutnya adalah memperkecil jarak antara akses terhadap layanan keuangan dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat serta risikonya.

MANADO, manadoviral.id/ — Menabung kini tidak lagi sekadar soal menyisihkan uang. Bagi generasi muda, kebiasaan tersebut mulai ditempatkan sebagai bagian dari pembentukan karakter sekaligus kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

Pesan itu mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sulawesi Utara, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang melibatkan lebih dari 1.000 pelajar dan mahasiswa dari 22 sekolah serta perguruan tinggi tersebut mempertemukan pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, industri jasa keuangan, dan dunia pendidikan.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus mengingatkan para pelajar bahwa kebiasaan menabung memiliki makna lebih luas daripada sekadar menyimpan uang.

«“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan bentuk latihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bangsa,” ujar Yulius.»

Menurut dia, pembangunan masa depan generasi muda juga membutuhkan perhatian terhadap kasih sayang, perlindungan, dan masa depan. Karena itu, pemerintah bersama lembaga keuangan diharapkan terus menciptakan ruang yang mendukung anak-anak Sulawesi Utara dalam mempersiapkan masa depan.

«“Gantungkan cita-citamu setinggi langit, jangan ragu dan jangan berkecil hati. Pemerintah Provinsi Sulut bersama lembaga keuangan seperti Bank SulutGo akan selalu siap mendampingi mimpi-mimpi kalian menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.»

Di sisi lain, Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert H.P. Sianipar mengungkapkan bahwa secara statistik posisi Sulawesi Utara berada di atas rata-rata nasional. Indeks literasi keuangan Sulut tercatat 69,98 persen, sedangkan nasional 65,43 persen. Adapun inklusi keuangan Sulut mencapai 94,37 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional 75,02 persen.

Namun, capaian tersebut sekaligus menyisakan pekerjaan. Tingginya angka inklusi menunjukkan semakin banyak masyarakat telah menggunakan produk dan layanan keuangan, tetapi pemahaman terhadap manfaat, karakteristik, dan risikonya tetap perlu diperkuat.

«“Tantangan kita bersama adalah menutup gap antara inklusi dan literasi, di mana masih ada masyarakat yang menggunakan jasa keuangan namun belum memahami penuh manfaat serta risikonya,” ujar Robert.»

Menurut Robert, momentum Hari Indonesia Menabung yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 menjadi salah satu ruang untuk memperkuat edukasi tersebut, terutama kepada pelajar dan mahasiswa yang merupakan kelompok penting dalam pembangunan generasi masa depan.

Upaya itu terlihat dari perkembangan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Hingga Juni 2026, jumlah rekening tabungan pelajar di Sulawesi Utara mencapai 568.965 rekening atau tumbuh 10,88 persen secara tahunan. Nilai tabungannya mencapai Rp218,08 miliar, meningkat 7,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode tersebut, OJK bersama industri perbankan juga telah melaksanakan 119 kegiatan edukasi keuangan di 12 kabupaten/kota dengan jangkauan lebih dari 90.000 peserta. Angka itu menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak hanya diarahkan pada pembukaan rekening, tetapi juga pada peningkatan pemahaman masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, generasi muda didorong untuk membangun kebiasaan menabung secara konsisten, menjadi duta literasi di lingkungan sekolah, kampus dan keluarga, mengajak lingkungan sekitar lebih cerdas mengelola keuangan, serta memanfaatkan layanan perbankan digital secara aman.

Bagi Bank SulutGo, momentum HIM dan BLK 2026 menjadi bagian dari penguatan perannya sebagai bank pembangunan daerah. Kehadiran Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey bersama jajaran manajemen dalam kegiatan tersebut memperlihatkan dukungan BSG terhadap perluasan akses dan edukasi keuangan bagi generasi muda Sulawesi Utara.

Melalui produk simpanan yang menyasar pelajar, termasuk Simpanan Pelajar (SimPel), Bank SulutGo memiliki ruang untuk mendorong kebiasaan finansial yang dibangun sejak dini. Peran tersebut menjadi semakin relevan ketika peningkatan akses keuangan berjalan beriringan dengan kebutuhan memperkuat pemahaman masyarakat.

Dengan demikian, Puncak HIM dan BLK 2026 tidak berhenti pada peringatan tahunan. Capaian angka literasi dan inklusi menjadi modal, sementara pertumbuhan rekening pelajar dan puluhan ribu peserta edukasi menjadi indikator bahwa pembentukan budaya finansial membutuhkan proses yang terus berjalan.

Bagi Sulawesi Utara, tantangan berikutnya bukan hanya membuat masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan, tetapi memastikan setiap akses tersebut diikuti pengetahuan yang cukup. Di titik itulah sinergi pemerintah, OJK, Bank SulutGo, industri jasa keuangan, sekolah, kampus, dan keluarga menjadi penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya gemar menabung, tetapi juga cerdas mengambil keputusan finansial.

//Novita.R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *